Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang selalu saya tunggu-tunggu setiap tahunnya. momen yang selalu membuat hati ini rindu karena suasananya yang begitu damai dan ceria. karena bersekolah di sekolah islam, bulan Ramadhan selalu dimeriahkan dengan dekorasi menarik dan diisi kegiatan-kegiatan agama, menjadikan bulan penuh berkah tersebut sebagai suatu hal yang special. dan itu terbawa terus hingga kini.

Satu hal yang paling saya suka dari momen meraih kemenangan adalah silaturahim. di bulan Ramadhan, silaturahim terjalin dari berbagai acara buka bersama. teman SD, teman SMP, teman SMA, teman bimbel, teman kuliah, keluarga besar, dan lain-lain. semua mengadakan acara bukber. bahkan nenek saya yang sudah berumur 80 tahun masih rajin berbuka bersama dengan teman-teman haji beliau. meski jaman sekarang sudah ada social media, value dari pertemuan tatap muka tidak berkurang sama sekali untuk saya.

Saya lebih suka bukber diadakan di rumah seseorang dibanding di restoran atau tempat umum lainnya. selain karena lebih bebas, tidak perlu antri dan gantian solat, juga karena kebersamaannya lebih terasa. dari mulai memilih menu, menata meja, angkat-angkat kursi dan meja, sampai beberes dan cuci piring setelah acara selesai.

Ketika lebaran tiba, silaturahim seringnya lebih terfokus bersama keluarga. mengunjungi sanak saudara, jalan-jalan dengan sepupu (ini menjadi kebiasaan saya dan sepupu beberapa tahun ke belakang), banyak (banget) pula yang mudik ke kampung halamannya. silaturahim pun dilakukan ke keluarga yang sudah meninggal dunia. nyekar, orang-orang biasa menyebutnya.

Rumah nenek saya selalu kebagian menyelenggarakan open house kecil-kecilan (sebetulnya sih, hanya tempat berkumpul saudara-saudara aja). lain daripada yang lain, kami jarang punya menu opor ayam dan lontong cap gomeh. di tahun ini menunya sop buntut, ayam goreng, dan lasagna. di lain waktu, gule daging sapi special resep nenek saya menjadi menu utama yang langsung jadi favorit semua. menu lainnya adalah ghengsa, masakan daging khas Madura. bagi yang bukan orang Madura, masakan ini kerap disebut ‘rendang Madura’. rasanya gurih dan dimasak tanpa santan. yang ini top markotop deh!

Beragam manfaat silaturahim sering dibahas di ceramah-ceramah di televisi. kalau jaman sekarang, sering pula ditemukan di kultwit para ustad. memperpanjang umur, melancarkan rezeki, dan lain-lain. insya Allah manfaat tersebut dirasakan oleh kita semua yang menyambung silaturahim 🙂

Rasulullah saw bersabda “tidak ada sesuatu yang Allah ditaati di dalamnya yang pahalanya paling disegerakan dibanding silaturahim”

** tulisan ini diikutkan dalam IHB Blog Post Challenge Ramadhan **

indonesian-hijabblogger.com

Advertisements